“Selalu ada tawa untuk dia, meskipun aku kecewa. Begitulah cinta.”
“Aku akan terus mencintaimu, sampai aku lupa seperti apa rasa sakit itu.”
“Aku lihat kamu tersenyum, aku lihat kamu tertawa, aku lihat kamu melakukan semua…itu tanpa aku.”
“Mentok. Dan kamu menyerah. Padahal aku udah sekuat tenaga bertahan.”
“Selalu ada maaf buat kamu, selalu ada “udah ah lupain aja, toh aku yg salah jg, mungkin aku yg terlalu pake perasaan” buat kamu.”
“Adzan menyadarkanku dalam kesepian, masih ada Tuhan selain cinta.”
“Seandainya kangen bisa disedekahin”
Pura pura lupa berkali-kali tidak membawaku pada amnesia.
Pura pura sudah sembuh tidak membawaku pada tidur yang nyenyak
Pura pura tidak menangis tidak membawaku pada senyum yang berkepanjangan.
“Mengertilah sedikit mauku, maksudku aku mau kamu. Itu aja!”
“Ada yang lebih hebat darimu, namun mereka tidak lebih tepat seperti kamu. Mereka bukan kamu, jadi mereka bukan urusanku.”
“Can you hear me crying?”
Dimulai dari nol, diakhiri ketak-terhinggaan. Ternyata itu kamu.
Sebenarnya, lebih banyak kata-kata yang tak mampu diungkapkan dan tersimpan manis didalam hati seorang perempuan.
“Cinta itu tidak buta, tapi memahami. Saya memahami ketidakjelasan anda. Saya memahami keterlambatan anda. Saya memahami ketidakhadiran anda.”
“Bila nanti aku tertidur lagi. Aku harap kau tak pernah lelah untuk selalu hidup di mimpiku.”
“Aku pernah berpura-pura tidak peduli kepadamu sampai aku menangis. Kamu pernah berpura-pura peduli kepadaku sampai aku tersenyum.”
“Kau kutempatkan di kedalaman hati yang paling dalam, suatu tempat yang hanya sanggup dijangkau oleh mata Tuhan.”
“Aku sudah banyak membuat orang tertawa, tetapi masih kau saja yang kutangisi.”
“Tuhan yang baik, bisikin kalo aku sayang banget sama dia ya :)”
“Kucumbu kau tanpa kecup, kurayu kau tanpa kata. Aku mencintaimu dengan cara paling sunyi. Dalam hati.”
“Ketidakhadiranmu yang mana yang tidak kutunggu?”
“Saya mencintai kamu sehari ini, sehari setelah ini, sehari berikutnya lagi, dan selamanya.”
“Aku suka saat malam tanpa cahaya karena tak ada bayanganmu, dan berharap kamu nyata dihadapanku.”
“Berpura-pura tidak peduli dengan kamu sama seperti ikan yang berkata tidak perlu air.”
“Sesaat ketika kita saling tersenyum, seringkali aku merasa, inilah doaku yang sedang terkabulkan!”
“Aku suka membicarakanmu dibelakangmu, lebih tepatnya di depan Tuhanku :)”
“Sejauh apapun jarak yang memisahkan kita, kamu tetap berada 15 cm dibawah bibir yang selalu mengucap rindu untukmu. Di hatiku.”
“Aku senang melihat senyummu, bahkan ketika aku tau senyum itu bukan untukku :)”
“Aku tidak menyesal. Kau pantas untuk kuingat.”
“Aku tidak pernah berhenti mencintaimu, aku hanya berhenti memperlihatkan itu”
“Cintaku sangat nyata padamu, hanya kamu yang ilusi bagiku.”
“Aku baru mengetahui, ternyata pacarku adalah jodoh mantannya.”
“Terkadang ingatan yang sangat ingin kita lupakan, malah sering datang untuk silahturahmi.”
“Sesuatu itu pernah ada, dia masuk dalam dalam dihatiku dan dipaksa keluar oleh sebuah keadaan.”
“Sebegitu tidak ada waktukah anda? Sebegitu tidak pedulikah anda? Sebegitu sibukkah anda? Sebegitu tidak pentingkah saya bagi anda?”
“Terkadang aku berdoa kepada Tuhanku ketika aku terbangun, aku bisa melupakanmu.”
“Semakin sulit aku membedakan mana yang lebih perih, berusaha melupakanmu, atau berpura-pura melupakanmu.”
“Aku mencintaimu”. Kita berdua pernah berkata seperti itu. Yang berbeda adalah, aku berkata dengan jujur.”
“Aku hanya diam, menundukkan kepala dan menarik nafas panjang. Seharusnya masa lalu tinggal kenangan, tapi ini masih memburu dan menghantuiku, bahkan dalam mimpi.”
“Ajari aku cara lain menyimpan kepedihan dan sayang, bukan pada airmata, bukan pada sesuatu yang selalu menyesakkan dada.”
“Bisa aku dapet kamu yang dulu? Kamu yang sayang banget sama aku. Kamu yang perhatian sama aku. Kamu yang dulu, kamu yang sebelum mengenal dia.”
“Adzan menyadarkanku dalam kesepian, masih ada Tuhan selain cinta."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar